Pilih mana, Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan?

on
Minggu, 12 April 2020
Foto: Pixabay

Biaya pendidikan semakin meningkat setiap tahun. Dan dari hal tersebut, kita sebagai orang tua bisa belajar bahwa dana pendidikan adalah hal penting yang harus direncanakan.

Mempersiapkan dana pendidikan itu memang tidaklah mudah. Tetapi akan lebih baik jika kita mampu mempersiapkannya sedini mungkin. Perencanaan biaya pendidikan sendiri dapat diatur sesuai keinginan kita sebagai orang tua. 

Tidak sedikit orang tua yang masih bimbang memilih antara tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Memang keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membantu mempersiapkan dana pendidikan anak. Tetapi jika diteliti lagi, antara tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan memiliki perbedaan. 

Apa perbedaan tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan?

TABUNGAN PENDIDIKAN
1. Tabungan jangka waktu pendek, berkisar 2 hingga 5 tahun
2. Produk keuangan yang dikeluarkan oleh Bank
3. Dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS
4. Bunga yang diberikan di berkisar 3% hingga 6%

ASURANSI PENDIDIKAN
1. Tabungan jangka waktu panjang, berkisar 10 tahun atau lebih
2. Bukan produk keuangan milik Bank
3. Tidak dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS
4. Bunga yang diberikan berkisar 15% hingga 20%

Kemudian, jika dilihat dari segi perbedaan tersebut, tabungan pendidikan lebih aman karena dilindungi oleh LPS. Sementara untuk asuransi pendidikan tidak dilindungi oleh LPS karena itu adalah produk perusahaan asuransi, dimana Bank hanya berperan sebagai agen yang menjual unit link dari perusahaan asuransi tersebut. Namun apabila dilihat dari sisi bunga, asuransi pendidikan terlihat lebih menjanjikan karena keuntungan dari bunganya berkisar di atas inflasi pendidikan.

Selain itu, hasil tabungan pendidikan dapat kita kalkulasi sesuai kesepakatan awal. Sedangkan hasil asuransi pendidikan tidak tetap, bisa jadi lebih menguntungkan ataupun sebaliknya.

Tetapi di sisi lain, asuransi pendidikan memiliki manfaat utama yaitu sebagai proteksi. Dimana dari asuransi tersebut kita tidak hanya mendapat dana beserta bunganya, tetapi juga mendapatkan jaminan perlindungan finansial pendidikan. Namun bukan berarti tabungan pendidikan tidak memiliki asuransi, tetap ada namun jumlahnya kecil. Karena memang produk tabungan pendidikan tujuan utamanya bukan sebagai proteksi layaknya asuransi pendidikan.

Jadi, pilih yang mana?

Masih dilema memilih antara tabungan atau asuransi pendidikan? Tentunya setiap produk memiliki keunggulannya masing-masing. Apabila memiliki tujuan dana pendidikan jangka pendek, maka tabungan pendidikan adalah pilihannya. Namun kembali lagi kepada kenyamanan kita masing-masing. Sebelum memilih, pertimbangkan manfaat yang diberikan sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan kita.

Berbicara tentang keuangan, tidak hanya kita sebagai orang tua yang wajib belajar. Namun bagi anak-anak juga penting belajar tentang keuangan agar mereka mampu mengelola keuangannya sendiri dari kecil. Serta tidak menutup kemungkinan mereka bisa membantu menabung guna menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin.

Jadi, kalian pilih tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan? Let’s sharing!
10 komentar on "Pilih mana, Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan?"
  1. memang ada plus dan minusnya ya bun, dan kita harus jeli dengan apa yang sebenernya kita butuhkan. pengen juga sih punya keduanya. sayangnya untuk saat ini malah belum memiliki keduanya. hehe. terima kasih sharing infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba, harus jeli, pilih sesuai yang dibutuhkan. :))

      Hapus
  2. tergantung kebuutuhan sih ya mba.. kalau saya milih tabungan aja deh.

    BalasHapus
  3. Kalau aku milih tabungan aja, Mbak. Entahlah sejak dulu masih kurang sreg dengan asuransi. Padalo pas kuliah dulu pernah jadi agen asuransi syariah ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi sudah paham plus minusnya asuransi ya mba. Apapun, yg penting sesuai kebutuhan :))

      Hapus
  4. Sebenarnya program asuransi itu bagus banget ya, mbak. Cuma ya gitu, orang-orang kayak aku yang masih berpikiran kolot ��, belum terlalu mempertimbangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp ga ikut asuransi. Yang paling penting tetep punya tabungan yang bisa diambil via ATM, mba :))

      Hapus
  5. Temannya mbak rahma.widyastuti yah?

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature