Ketika Caesar Adalah Keputusan Yang Mengecewakan

on
Jumat, 19 Januari 2018


Assalamulaikum….
Haii Bunda, saya mau share pengalaman kelahiran anak kedua yang saya jalani melalui operasi Caesar.


Operasi Caesar itu enak ya? Enggak perlu ngejan dan enggak perlu ngerasain gimana sakitnya kontraksi. Tapi jangan tanya gimana rasa sakitnya pasca operasi, benar-benar luar biasaaaa! Belum lagi ditambah omongan ini itu dari para nyinyiers. Kalau disuruh memilih melahirkan dengan cara Normal atau Caesar, semua ibu pasti ingin melahirkan secara normal. Terlebih karena persalinan normal tidak membutuhkan waktu pemulihan yang sangat lama seperti Caesar. Tapi entah itu persalinan Normal atau Caesar, semua adalah ibu hebat yang menginginkan terbaik untuk anaknya. Dan saya sudah merasakan kedua cara tersebut. Normal saat melahirkan anak pertama dan Caesar untuk anak kedua (meskipun Caesar, saya tetap merasakan sakitnya kontraksi selama 12 jam).


Operasi Caesar itu sudah saya rasakan pada tanggal 17 Desember 2017. Sebuah keputusan yang mengecewakan (perasaan) dan menyakitkan (badan) bagi saya yang dari awal ingin melahirkan secara normal. Tapi rasa kecewa itu terobati setelah melihat putri mungil nan cantik ini lahir sehat dan selamat. Iyaa, rasa kecewanya saja yang terobati, sedangkan rasa sakitnya masih utuh di seluruh badan sampai sekarang. Hhaahaha (**ketawa sedih)


*******

Sampai mendekati hari perkiraan lahir, saya masih bisa duduk manis didepan computer tempat bekerja. Karena HPL di tanggal 27 Desember 2017, maka saya memutuskan mulai libur pada tanggal 11 Desember 2017. Kebetulan pada tanggal 14 Desember adalah jadwal kontrol kehamilan saya. Pada saat kontrol, saya menjelaskan kepada dokter kandungan bahwa seperti ada air rembesan yang keluar sedikit demi sedikit. Meskipun saya enggak yakin kalau itu adalah air ketuban, akhirnya dilakukan pemeriksaan dalam, dan ternyata memang sudah ada pembukaan dua. Kemudian saya disarankan untuk menginap di Rumah Sakit malam itu juga. Tetapi saya menolak, karena memang saya tidak merasakan sakit (kontraksi) sama sekali. Pak suami yang dari awal sudah siap siaga pun akhirnya merestui untuk pulang, meskipun kami harus tanda tangan pernyataan dari Rumah Sakit bahwa apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka bukan tanggung jawab mereka (Namanya aja RumKit, pasti begitu).

Di keesokan harinya, tanggal 15 Desember 2017 keadaan saya masih baik-baik saja. Dan akhirnya kontraksi mulai saya rasakan pada keesokan harinya di tanggal 16 Desember jam enam sore. Kemudian saya berangkat ke Rumah Sakit yang jaraknya sangat dekat dengan tempat tinggal, hanya butuh waktu tiga menit dari rumah dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Rumah Sakit, saya langsung berbaring di ruang persalinan. Meskipun sedikit gugup, tetapi saya nyaman karena ditemani oleh orang-orang yang saya sayangi. Pak suami dan anak, serta ibu. Tetapi sayangnya bapak saya tidak ikut, karena baru saja pulang di pagi harinya karena memang sudah sejak tanggal 14 Desember bapak dan ibu datang ke tempat tinggal saya, ada sesuatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama.

Interval kontraksi semakin dekat saya rasakan, dan tentunya semakin sakit pula. Dimulai dari jam enam malam sampai jam dua malam, akhirnya pembukaan  sampai pada ukuran tujuh. Sedangkan dari jam dua malam hingga jam lima subuh, pembukaan tetap pada ukuran tujuh.  Pada saat jam dua malam itulah si Pak Dokter memberikan info bahwa dia akan menunggu sampai jam enam pagi, apabila tidak kunjung lahir pihak Rumah Sakit akan mengambil tindakan (Caesar). Ditambah lagi sejak tengah malam saya sudah diberikan infus karena kondisi saya yang sudah sangat kelelahan. Dalam hati, saya tetap optimis bahwa sebelum jam enam pasti si kecil lahir. Tetapi hingga jam sudah menunjukkan pukul lima Subuh, pembukaan masih sama di ukuran tujuh. Dan para bidan mulai memasang kateter urin dan melakukan suntik tes alergi untuk persiapan menjalani operasi.

Tanggal 17 Desember 2017 tepat pada pukul enam pagi, saya sudah berada di ruang operasi Rumah Sakit Bhayangkara Polda. Tidak bisa dijelaskan perasaan saya saat masuk ke ruangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Hanya pasrah, kondisi sudah sangat lemah. Bahkan saat diberikan suntikan epidural yang kata kebanyakan orang sakitnya luar biasa, saya hanya merasa seperti digigit semut. Selama proses operasi, saya merasa gagal dan kecewa. Saya kecewa pada diri sendiri yang enggak kuat menahan sakitnya kontraksi lebih lama lagi sampai si kecil lahir secara normal. Saya kecewa hanya mampu menahan sakitnya kontraksi selama dua belas jam. Saya kecewa ketika mengingat bahwa pembukaan sudah sampai pada ukuran tujuh, yang artinya kurang sedikit lagi saja saya bisa melahirkan secara normal. Dan yang paling membuat saya kecewa adalah si Pak Dokter yang tidak memberikan dukungan dan tindakan agar saya bisa melahirkan secara normal.

Seandainya saya memilih melahirkan di Bu Bidan, kemungkinan besar saya bisa melahirkan secara normal. Meskipun dengan adanya bantuan induksi, vakum, ataupun episiotomi jika memang diperlukan. Para bidan akan tetap  berusaha agar si bayi bisa keluar dari jalan lahir. Karena semua bidan mendukung persalinan secara normal, kecuali memang ada kondisi tertentu yang mengharuskan Caesar (misal mata minus atau posisi bayi sungsang). Namun, bukan berarti semua dokter kandungan tidak pro dengan proses kelahiran normal lho ya. Ini hanya pengalaman yang saya alami.

Meskipun gagal melahirkan secara normal, setidaknya saya sudah berusaha. Dan saya sangat bahagia melihat putri kecil kami lahir sehat dan selamat dengan berat badan 3,5 kg dan panjang 49 cm.
Bagaimanapun cara persalinan yang dilakukan, tidak ada yang salah. Karena semua ibu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. 
Gimana bunda, apakah ada yang punya pengalaman sama seperti saya? Yuk saling sharing.

 


Salam,
28 komentar on "Ketika Caesar Adalah Keputusan Yang Mengecewakan"
  1. mba..aku malah lewat hpl dan belum ada tanda2 persalinan. baca pengalamanmu kok jadi deg2an juga ya..soalnya anak pertama normal dan yang kedua ini wallahualam karena berat janin sudah mau dekat 4kg hiiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, sudah lewat berapa hari mba dr HPL? Semoga bisa lahir normal ya mba seperti yang pertama. Caesar itu menyakitkan :(

      Hapus
  2. Wah aku di induksi aja ga ngerasa sakit sama sekali loh mba. Tp mau gmn juga harus tetep lahir akhirnya sesar deh :)

    Walaupun dibilang ini itu tapi ga peduli deh, aku juga ga mau menyesal di belakang kan. Ku turutin aja yg terbaik menurut dokternya 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, udah sakitnya luar biasa pasca operasi, ditambah lagi nggak sedikit nyinyiran dari orang-orang ya. Memang menyakitkan, hihhi

      Hapus
  3. alhamdulillah mbak anaknya bisa lahir dengan selamat...terkadang memang keinginan tak sejalan dengan kenyataan..sudah terjadi ya mbak..yg penting selamat dan sehat ya mbak..pengalaman teman-teman sekitar juga banyak yang lebih melahirkan di bidan..ada bidan berpengalaman di tempat saya..banyak calon ibu yang datang ke dokter disuruh sesar, kemudian datang ke si ibu bidan minta normal, alhamdulillah bisa diusahakan normal..saya banyak belajar juga dari pengalaman orang-orang..pengennya kelak melahirkan bisa normal..smoga deh..selamat ya mbak atas baby nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, yg terpenting anak lahir dgn selamat ya. Maunya sy juga pindah ke bidan, tapi keadaan dan kondisi gak memungkinkan waktu itu :(
      Terimakasih mbak, semoga kelak bisa melahirkan secara normal ya mbak, aamiin.

      Hapus
  4. Alhamdulillah, selamat ya mba sarah atas kelahiran dedek bayinya. Semangat mba, meskipun lahir secara caesar, ibu dan bayi dalam keadaan sehat walafiat ya mba. Aku dua anak juga lahir di bidan mba, cuma yg terakhir sedikit mengecewakan sih. Plasentanya tertinggal karena kelalaian bidan tersebut. Syukurnya saya dan anak kedua kami sehat selamat. Tapi agak trauma jg sih jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terimakasih mbak Sri :)
      Syukurnya selamat ibu dan bayinya ya, walaupun ada kesalahan bidan yg cukup fatal :(

      Hapus
  5. Mbak, kalau aku..:lahiran pertama normal, anak meninggal. Lahiran kedua normal, lancar jaya. Lahiran ketiga diagnosa plasenta previa, diputuskan caesar dari awal...

    Apapun kita sudah berjuang yang terbaik untuk anak kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua pilihan ada resikonya ya mbak. Tapi kembali lagi pada takdir, dan memang betul yang terpenting kita sudah berusaha melakukan yg terbaik. :)

      Hapus
  6. Ngilu sy bacanya mak, smoga lekas sehat n fit ibu dan bayinya ta aamiin aamiin aamiin. Stiap ibu adalah hebat .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terimakasih ya mak :)
      Betul mak, semua ibu adalah Hebat!

      Hapus
  7. Gapapa bun, semua ada hikmahnya. Saya ke bidan udah pembukaan 8 jadi ngerasain banget lah bunda kayak gimana, semoga cepet pulih ya aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terimakasih bun.. Kita cuman bisa berusaha, selebihnya ikutin takdir Tuhan.. :)

      Hapus
  8. Pengalamannya hampir sama kayak kelahiran anak pertama saya mbak. udah negrasain kontraksi dua hari tapi pembukaan stag di 1 dan saya sudah amat sangat kepayahan. tadinya minta diinduksi saja sama dokternya gak boleh krn dlu kandungan 8 bulan bayiku sempat stres di dalam. akhirnya caesar deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakitnya kontraksi memang luar biasa ya mbak, nggak bisa bayangin 2 hari nahan sakitnya kontraksi :(
      Yang paling penting anak lahir sehat dan selamat :)

      Hapus
  9. Saya juga lahit sesar mba setelah diinduksi dulu hampir dari subuh sampe isa. Karena ga ada pembukaan. Akhirnya disesar deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkadang memang nggak sesuai harapan ya mbak :(
      Yang penting bunda dan bayinya sehat :)

      Hapus
  10. Saya dua kali, mbak. Operasi pertama, shocked, jadi sampe baby blues. Yg kedua, udah siap2 dari awal, meski tetep sakit, mental gak terlalu pengaruh.
    Semangat ya mbak, jangan lama2 kecewanya, nanti kebawa ke anak, kasihan. Inshaallah semua ada hikmahnya ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak, alhamdulillah saya nggak sampai baby blues :)
      Bener bgt, semua yg terjadi ada hikmahnya..sudah semangat ini mbak :)

      Hapus
  11. Saya hamil 35 Minggu mba, Bu Bidan di Puskesmas bilang saya mau di rujuk karena punya wasir, saya langsung mewek. Pikiran saya kalau di RS pasti saka akan dioperasi. Hehhehe tapi saya semangati lagi diri saya semoga tetap bisa lahiran normal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,harus yakin pasti bisa lahiran normal..
      Semangatt ya mbk :)

      Hapus
  12. Saya malah induksi sampe 2 botol gak bukaan2 juga mba huhu perih. Bukaan satu terus padahal ketuban dah keruh. Sesar deh ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkadang memang banyak hal nggak terduga ya mbak saat lahiran. Daripada keukuh normal, tp malah nggak selamat,ikut saran dokter aja dh pilihan akhirnya. Yang penting mama dan bayi sehat dan selamat :)

      Hapus
  13. Salam, Bu Sarah, semoga Ibu dan bayi 3,5 kg ini sehat-sehat saja sekarang.

    Bu, melahirkan secara Cesar karena berhenti di pembukaan 7 cm tentu cukup bikin gemas ya. Ibu sudah berjuang mati-matian dari pembukaan 0 sampai 7, lalu macet. Pasti rasanya gimanaa gitu.

    Tetapi tahukah, Bu, ada 3 hal penyebab kenapa pembukaan tidak maju-maju meskipun sudah mencapai 7 cm:

    1. Tonus rahim sudah tidak lancar. Bu, bila dibiarkan kontraksi tidak lancar begini, aliran darah di rahim Ibu akan terhambat, sehingga malah membahayakan janin di perut yang sudah mau lahir. Akibatnya, gangguan saraf yang bisa mengakibatkan kelainan otak janin, Bu.

    2. Jalan lahir (tulang panggul) yang memang tidak muat untuk dilewati janin. Mungkin janin pertama yang dulu bisa melewati panggul Ibu, tapi janin yang sekarang? Belum tentu, Bu.

    3. Sikap kepala janin yang tidak bisa melewati jalan lahir Ibu. Janin itu ada yang sikap kepalanya menunduk sekali, ada yang mendongak, ada yanhg setengah mendongak. Bu, kalau sikap kepalanya setengah mendongak dan kebetulan itu menyebabkan kepalanya tidak bisa melewati tulang panggul Ibu, maka janin ini terperangkap, Bu. Kalau dibiarkan terlalu lama, kepalanya akan terjepit, sel saraf otaknya jadi terjepit, ia menjadi kesulitan bernafas dan sel otaknya bisa kelainan. Akibat terburuk akhirnya, ketika lahir dia bisa jadi..maaf ya, cerebral palsy, Bu.

    Itu sebabnya dokter tidak boleh lama-lama membiarkan ibu berada di pembukaan 7 cm, Bu. Karena kami tidak cuma memikirkan ibunya yang ingin melahirkan normal, tapi kami juga ingin janinnya lahir dengan sel otak yang tetap sehat. Dan keinginan itu akan sulit tercapai kalau ibunya terperangkap dalam pembukaan yang sama persia besarnya selama berjam-jam. Ini sudah masuk kategori darurat bagi janin, dan itu sebabnya langsung disuruh Cesar, Bu.

    Yang paling penting ibunya melahirkan dengan sehat, anak itu lahir sehat, dan anak tumbuh kembang lancar, Bu. Dan pertumbuhan kembang otak ini jangan diganggu oleh janin yang terperangkap terlalu lama dalam bukaan 7 di masa persalinan.

    Semoga Ibu kini lebih paham ya. Mohon maaf, saya komen kepanjangan. Salam buat si kecil Ibu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam mbak Vicky :) Terimaksih sudah berkenan menjelaskan secara rinci.
      Setelah saya baca bolak balik penjelasan dr mbak, sekarang saya paham alasan dokter melakukan caesar waktu itu. Apabila keukuh normal, tp bayi nggak selamat, malah menyesal pastinya. Jadi meskipun kecewa tidak bisa lahiran normal, saya tetap ikutin saran untuk caesar tersebut. Saya juga sangat bersyukur, bayi saya lahir dengan sehat dan selamat. Salam ❤️❤️❤️

      Hapus
  14. Selamat untuk kelahirannya. Semoga sehat selalu untuk ibu dan babynya :)

    Saya 2x melahirkan secara SC. Alhamdulillah gak merasakan sakit pasca caesar seperti yang dikhawatirkan. Tetapi pengalaman SC yang pertama memang spontan.

    Sudah sampai bukaan komplit bahkan coba mengejan. Setelah dicek kembali, posisi kepala bayi agak sulit untuk lahiran normal. Bisa saja tetap normal tapi lebih berisiko daripada SC. Dijelasin detil sih ma dokternya.

    Saya sebetulnya sempat kecewa juga karena harus SC. Tapi ya daripada kenapa-napa. Saya lebih gak berani ambil risiko. Akhirnya saya dan suami sepakat untuk ambil tindakan SC saja. Alhamdulillah, lahir dengan selamat dan sehat :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature