Sebuah Mesin Cuci Untuk Ibuku Tersayang

on
Rabu, 12 April 2017


Memiliki kedua orang tua yang sangat menyayangi kita adalah anugrah terindah dari Tuhan. Begitupun sebaliknya, memiliki anak -anak yang menyayangi orangtuanya dengan tulus ikhlas tanpa syarat adalah kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Kasih Ibu hadir sepanjang masa, begitu istimewanya seorang Ibu, sehingga ada hadists yang menyebutkan, "Ibumu, Ibumu, Ibumu, baru Ayahmu" . Nama Ibu disebut hingga tiga kali. Semua pengorbanannya tidak akan pernah terbalaskan oleh kita sebagai anak. Sungguh mulia jasa seorang Ibu, sehingga surga pun berada ditelapaknya. Yang maksudnya adalah kita wajib mematuhi semua nasehatnya. Kita wajib menjaga hati Ibu dan jangan sampai melukainya.

Kasih sayang Ibu adalah sepanjang masa. Kasih sayangnya tulus dan tanpa syarat serta mengalahkan segalanya. Bahkan mungkin nyawa pun rela dikorbankan demi sang anak tercinta. Diwaktu masih kecil, sang anak tidak bisa berpisah dari Ibunya. Dimanapun sang anak sedang bermain, dia harus melihat sang Ibu berada di sisinya, barulah dia akan merasa aman dan tenang untuk bermain bersama teman-teman sebayanya. Jika ada yang bertanya kepadaku saat aku masih kecil, "siapakah orang yang paling kamu sayang nak?" Itu sudah pasti "Ibuku" jawabannya. Bahkan sampai saat ini, diusiaku yang sudah dewasa, Ibu lah nama yang ada dalam urutan teratas di hidupku.

Menjadi anak kecil itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Tanpa perlu memikirkan apapun semua sudah disiapkan oleh sang Ibu. Aku juga sangat menikmati masa kecilku, dimana aku hanya mengetahui dunia bermain. Aku tidak perlu ikut ke pasar ataupun memasak, aku tinggal makan saja apa yang sudah disediakan Ibu di meja. Aku tidak perlu ikut membersihkan rumah, walaupun aku juga yang membuat seisi rumah berantakan. Dan aku tidak perlu ikut mencuci baju-baju kotor, meskipun bajuku lah yang memenuhi keranjang baju kotor.

Ibuku tetap menjadikan aku nomor satu di kehidupannya, tanpa mengenal lelah, tanpa memikirkan kerutan-kerutan yang mulai bermunculan di wajahnya. Setiap pagi, sudah tidak sempat lagi Ibu memikirkan riasan untuk wajahnya. Yang Ibu lakukan pertama adalah menyiapkan segala keperluanku ketika aku bangun setiap paginya. Sungguh besar pengorbananmu Ibu, apapun yang berusaha aku balas, tidaklah cukup untuk menyeimbangi segala pengorbanan besar dalam hidupmu. Waktu terus berjalan, dan membuatku tumbuh semakin dewasa. Bahkan mencapai usiaku sekarang inipun, aku merasa belum bisa membuatmu bahagia.

Diusiamu sekarang ini, aku ingin memberikan hadiah sebuah mesin cuci. Bukan....bukan sebagai balasan kebaikanmu selama ini. Alangkah durhakanya aku apabila menilai pengorbananmu selama ini hanya dengan mesin cuci. Hadiah itu ingin aku berikan agar bisa membantu meringankan pekerjaanmu Ibu. Agar ibu tidak perlu capek-capek lagi menggosok cucian kotor. Ibu hanya perlu menunggu sang mesin cuci menyelesaikan pekerjaan mencuci dan mengeringkan semua pakaian yang Ibu masukkan di dalamnya. Ibu hanya perlu menjemur semuanya ketika mesin cuci itu sudah selesai.

Kasih sayang dan perhatian yang tak pernah pudar, adalah kado terindah untuk Ibu. Jangan biarkan seorang Ibu menghabiskan masa tuanya tanpa adanya perhatian dan kasih sayang kita sebagai anak. Aku akan menjagamu seperti saat aku Engkau jaga diwaktu kecil Ibu. Jika menyebut namamu, akan terasa damai di hati. Semoga semua pengorbananmu dibalas surga oleh-NYA. Dan disaat keinginanku untuk memberikan Ibu sebuah mesin cuci terkabul, semoga ini juga masuk dalam kategori kasih sayang dan perhatian untukmu Ibu. Love you, Ibu.










1 komentar on "Sebuah Mesin Cuci Untuk Ibuku Tersayang"
  1. Wah, mamanya pasti senang nih pas tau anaknya niat mau kasih mesin cuci hhmm.... semoga kesampaian ya..Di Bali kalo belanja barang elektronik di daerah mana mb Sarah?

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature