Keyakinan Adalah Kekuatan Besar Untuk Mencapai Impian

on
Jumat, 07 April 2017


Adakah seseorang yang tidak mempunyai sebuah impian dalam hidup ini? Tentu saja tidak ada, karena semua orang pasti memiliki impiannya masing-masing. Lalu pertanyaannya apakah kita yakin akan kekuatan impian tersebut? Apakah sudah berusaha agar apa yang kita lakukan sekarang akan membawa kita kepada realita impian tersebut? Apabila ingin mewujudkan impian itu, maka dibutuhkan keyakinan dan tindakan yang besar. Jangan sampai impian yang kita miliki hanya berjalan di tempat saja, tanpa adanya usaha untuk mewujudkannya menjadi realita.

Bawalah mimpi dan keyakinan kita setiap saat. Percayalah, suatu saat kita akan bisa menggapai mimpi itu meskipun dengan melewati banyak sekali proses cobaan dan rintangan. Jangan pernah menyerah menggapai impianmu, karena keyakinanmu adalah kekuatan terbesar dalam langkahmu. Selama masih memiliki harapan, yakinlah kita pasti mampu bertahan.

Ketika kakimu semakin jauh lagi untuk melangkah, ketika tanganmu lebih keras lagi dalam berusaha, ketika lehermu lebih sering lagi kau angkat untuk meminta pada-NYA, dan bibirmu tak mengenal lelah untuk berdoa, maka yakinlah bahwa impianmu akan menjadi realita.


***

Aku menikah pada tahun 2012. Dari awal berumah tangga, aku dan suami tinggal di perantauan dan memulai semuanya dari NOL. Hal ini kami lakukan bukan karena tidak suka tinggal dirumah lho, tapi karena memang belum punya rumah pribadi (*eh). Jadi sebaiknya kami memilih mengontrak saja karena itu adalah pilihan terbaik bagi kami. Pada awalnya, kami hanya tinggal di sebuah kamar kost yang tergolong kecil. Bahkan kami tidak memiliki peralatan yang lengkap seperti layaknya pasangan lainnya. Namun kehidupan seperti itu berjalan baik-baik saja dan kami bahagia.

(Baca : Ibu Yang Baik Atau Karyawan Yang Sukses )

Delapan bulan kemudian, kami diberikan anugerah terindah. Aku hamil dan kami pun mulai mempersiapkan kehadiran buah hati kami. Perlahan-lahan tapi pasti, kehidupan kami setiap bulannya bertambah baik. Bahkan peralatan rumah tangga kami mulai lengkap dan kami mulai pindah ke kamar yang lebih besar. Kehidupan tetap kami jalani dengan bahagia.

Hidup di perantauan bukanlah hal yang terlalu sulit, tetapi juga bukan hal yang sangat mudah untuk dilalui. Banyak hal yang sudah kami lalui, nggak sedikit pula hal-hal yang membuat kami jatuh, namun tidak membuat kami menyerah. Kami memiliki keyakinan yang besar dan  berhasil bertahan hingga saat ini. Dan saat ini, di usia pernikahan kami yang sudah berjalan lima tahun, kami masih mengontrak sebuah rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah si kecil dan kehidupan kami tetap berjalan bahagia dan penuh keyakinan. Kalau ada yang bertanya, "sampai kapan mau hidup di perantauan?" aku senyumin aja kalii ya, soalnya aku sendiri nggak tau tulisan takdir Allah. Intinya aku yakin, dimanapun aku dan keluargaku berada saat ini, Allah nggak akan salah alamat untuk membagikan rejekinya kepada kami.


(Baca : Ketika Prasekolah Membuat Si Todler Menjadi Mandiri dan Pintar )


Udah, segitu aja dulu curhatnya.

Kalau kalian? Ada juga yang sedari menikah hidup di perantauan? Berbagi cerita boleh yaa :D
Ketika membangun rumah tangga dengan usaha sendiri dan tidak mengandalkan harta milik orang tua ataupun mertua, disitulah kita benar-benar menjalani kehidupan yang nyata. 

10 komentar on "Keyakinan Adalah Kekuatan Besar Untuk Mencapai Impian"
  1. Rasa yakin dan berbesar hati ya mbak, saya dan suami juga dalam tahap merintis dari bawah dan sekarang saya sedang hamil. Jauh tinggal dari orang tua membuat kami belajar untuk yakin pada kemampuan diri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Riska, selamat ya atas kehamilannya.
      Betul bgt mbak, yakin dan berbesar hati diimbangi dengan usaha. Kalau bukan kita yang yakin akan kemampuan diri sendiri, siapa lagi ya kan mba.
      semangat selalu :)

      Hapus
  2. Salam dari sesama perantau mbak. Hehe.. Saya baru 4 tajun terakhir merantau karna kuliah dan kerja. Pengen pulang sih, tapi ya kan tunggu petunjukNya dulu kapan harus pulang. Yang pasti disaat yg tepat.. Bahagia selalu ya mbak..

    theamazingjasmi.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam satu hati ya :D
      Bener itu mbak, takdir hidup kita semua kan sudah diatur oleh Allah yaak. Jalani dengan penuh keyakinan saja, yakin semua akan baik2 saja :)

      Hapus
  3. Saya menikah dan lahiran juga di perantauan mbak..tapi pestanya tetap di kampung. Sudah resiko si mbak, Saya bekerja dan sudah menetap malah di Batam. Tetap yakin aja, semua akan baik, kalau kita juga baik menjalaninya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ada salahnya juga ya merantau sampai menetap sekalipun pada akhirnya mba.
      Betul bgt, yg penting yakin :)

      Hapus
  4. Yupz benar bunda, saya pernah baca buku berpikir dan berjiwa besar pengarang David J, jika ingin mencapai kesuksesan yang diperkuat adalah keyakinannya. Saya serasa diingatkan 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyya bunda, semakin kuat keyakinan, semakin kuat pula usaha dan tekadnya ya :)
      Semoga kita semua sukses dunia akhirat ya, bunda :)

      Hapus
  5. Saya tinggal di perantauan dan belum menikah, hihihi.
    Maunya seh kalo udah nikah tetap tinggal di perantauan. Tinggal di perantauan memupuk mental baja dan kemandirian trs supy ada acara mudik tiap lebaran hahaha slx seru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kita sama ya mba :)
      Memang lebih enak merantau ya mbak, bener itu mbak, setiap lebaran rindu kampung jadinya :D

      Hapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature