Ketika Menyapih DOT Lebih Sulit Daripada Menyapih ASI

on
Minggu, 16 April 2017


Anak adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan, karena kehadirannya memberikan sejuta kebaikan. Bahkan ketika sang anak baru lahir, semua waktu rela dikorbankan tanpa syarat. Termasuk memberikan ASI Ekslusif selama usia enam bulan pertamanya, dengan interval dua jam setiap harinya. Dua puluh empat dibagi dua, dikali tigapuluh, dikali enam (*apaan siih, huahaha hanya mencoba menghitung, * lupakan).
Asi adalah makanan pertama yang didapat oleh sang anak. Sangat beruntung bagi seorang Ibu yang mengusahakan ASI Ekslusif untuk anak-anaknya, karena ASI adalah makanan terbaik hingga usianya mencapai 6 bulan. Nggak perlu khawatir si kecil kelaparan, karena selama 6 bulan pertamanya, ASI saja sudah cukup memberikan semua gizi dan nutrisi yang diperlukannya.

DISAAT CARA MENYAPIH ASI, DILUAR DUGAAN 
Aku sendiri termasuk seorang Ibu yang berhasil memberikan ASI Ekslusif untuk si kecil (red*Iman). Meskipun hadiahnya adalah angka di timbangan yang semakin besar setiap bulannya, it's no problem demi kamu sayang, muahahhaa. Pemberian ASI berlanjut ke tahap selanjutnya, dimana setelah berhasil melewati enam bulan pertamanya aku mulai memberikannya MPASI (Makanan Pendamping Asi). Aku memberikannya ASI hanya selama 18 bulan, itupun atas permintaan Iman sendiri. Permintaan? Memang Iman sudah bisa ngomong. LOL!

Jadi ketika usianya hampir satu tahun, aku mulai meninggalkannya bekerja. Apabila aku bekerja, maka dia sudah terlatih untuk minum sufor. Iman hanya meminta ASI disaat aku dirumah bersamanya. Mungkin karena sebab itu, perlahan-lahan di usia 18 bulan, dia lebih nyaman dengan dot seutuhnya. Hingga pada suatu hari aku menawarkannya ASI seperti biasanya, namun dia lebih memilih untuk meminum sufor di dalam dot susunya. Jadi untuk proses berhenti ASI, aku tidak menyapihnya melainkan keinginannya sendiri, dan hal itu sangat diluar dugaanku. Meskipun sedikit sedih, aku tetap merasakan kebahagiaan sudah berhasil memberikannya ASI selama itu.

Sejak usia 18 bulan itulah, dot menjadi teman akrabnya hingga usianya tiga tahun sekarang. Saat ini usia Iman sudah 3 tahun 2 bulan. Jadi sebenarnya pada saat usianya 2,7 tahun, Iman sudah mulai diajarkan minum susu memakai gelas di sekolahnya. Meskipun awal-awalnya aku tetap saja menyelipkan dot susu di tas sekolahnya, takut kalau-kalau Iman mogok minum susu seharian karena nggak ada dot, huahaha. Tapi ternyata diluar dugaan, ketika disekolah Iman sudah benar-benar nggak pakai dot.



BELI GELAS SESUAI PILIHAN & KESUKAAN SANG ANAK 
Dulu saat awal sekolah, aku membawakan gelas biasa yang aku ambil dari dapur di rumah. Hanya gelas cangkir plastik dengan motif polos, karena hanya untuk meminum air di sekolah dan memang gelas tersebut ditaruh disekolah. Sebagai dukungan untuk melatihnya lepas dot agar bisa menggunakan gelas seutuhnya, maka malam itu aku ajak Iman pergi ke sebuah toko untuk membeli gelas. Aku berikan dia kebebasan untuk memilih gelas dengan karikatur yang disukai. Akhirnya, tiga gelas dibawa pulang kerumah. Dua gelas dengan gambar transformer yang berbeda bentuk dan satu gelas dengan gambar thomas. Kemudian dia menjatuhkan pilihan pada gelas bergambar thomas untuk dibawa ke sekolah (aiih, gelas thomasnya belum sempat difoto). Sejak memiliki gelas thomas tersebut di sekolahnya, sudah tidak ada kendala lagi minum susu pakai gelas. Selain semua teman sebayanya memang minum susu pakai gelas, karena gelas cangkir plastik itu adalah favoritnya dan pilihannya sendiri.

KETIKA MENYAPIH DOT LEBIH SULIT DARIPADA MENYAPIH ASI
Berawal dari itu, dirumah aku pun berusaha menyapihnya dari dot. Dua malam awal, aku dan pak suami pun begadang karena Iman sedikit rewel. Setiap bangun minta susu, langsung aku buatkan pakai gelas. Iman selalu berpikir keras dan mengajukan protes sebelum meminumnya. Hingga tiba malam itu, malam ketiga dalam proses menyapih dot, ketika dia bangun untuk meminta susu dan aku buatkan di gelas seperti malam-malam sebelumnya, Iman nggak mau meminumnya hingga pagi datang.

Paginya pun aku ajak Iman ngobrol, dan dengan gaya dan bahasaanya sendiri dia memberikanku sebuah alasan ;

"Kenapa tadi malam kok nggak diminum susunya yang digelas?"

"Iman nggak mau pakai gelas, Iman maunya pakai dot aja."

"Kalau di sekolah, Iman mau minum susu pakai gelas, sudah nggak bunda bawain dot."

"Iman malu kalau di sekolah pakai dot, disini nggak malu"

" (Hanya senyum-senyum menahan perasaan geli ngeliat si bocah ngomong begitu)"

Aku akhirnya mengalah, dan sampai sekarang Iman masih minum susu pakai dot. Tetapi itu hanya dirumah, kalau di sekolah dia sudah lancar jaya memakai gelas. Entahlah, mungkin memang harus menunggu dia meminta berhenti sendiri dengan dotnya. Tanpa perlu aku memberikan olesan rasa pait di pintil dotnya, tanpa perlu aku memberikan pewarna merah di pintil dotnya. Hanya tinggal menunggu sampai dia merasa malu untuk memakai dotnya lagi dan mulai memakai gelas seutuhnya (muahaha).

Saat ini, hanya itu pilihan terbaikku. Gimana dengan Ayah dan Bunda, ada juga yang buah hatinya susah lepas dot seperti Iman? Bagi cerita yuk. :)
7 komentar on "Ketika Menyapih DOT Lebih Sulit Daripada Menyapih ASI"
  1. Kalau saya ASI eksklusif cuman 9 bulan karena anak saya kena sariawan dan benar-benar gak mau ASI. Tapi minum sufor pun gak mau pake dot, mgkin krn teksturnya sama dg p*ting kali ya hehe. Jadi minum susunya dg gelas yg pd bagian tutupnya ada moncongnya untuk minum. Saya juga sudah berkali-kali melatihnya minum susu dengan gelas tp sampai sekarang belum berhasil. Mungkin ide untuk membeli gelas sesuai favorit anaknya dapat saya coba nanti. Siapa tau berhasil. Thanks sharingnya Bunda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud hati pengennya ngasih ASI sampai 2 tahun, tapi apa daya kalau ditengah perjalanan ada kendala ya mom :)
      Betul mom, mungkin kalau dengan gelas pilihannya sendiri, anak akan lebih suka.
      Terimakasih sudah mampir, mom :)

      Hapus
  2. anakku dua2nya malah kebalikannya mbk.gak mau sama dot. ditawari beberpa kali tetap gak mau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, alhamdulillah bgt kalau kayak gitu mbak :D
      Nggak pusing nyapihnya ya...hihihi

      Hapus
  3. Anakku yg sulung juga pakai dot, tapi usai 2 tahun diganti dengan gelas yang seperti dot. terus dikasih pengertian supaya lepas juga dari gelas dot itu. Kira-kira umur 3,5 tahun udah pakai gelas biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasii mba, bisa aku coba niih cari gelas seperti itu. Semoga bisa seperti anak sulung mbak ya :)

      Hapus
  4. hai mbak salam kenal ya..
    Anak saya smepat pakai dot sebentar setalh lepas ASI, jadi susu UHTnya dimasukin botol, tapi ternyata dia lebih suka nyedot langsung minum dari kotaknya. Jadi Alhamdulilah ga sempat mengalami drama pisah dot ini. hehehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature