Berdamai Dengan Masa Lalu

on
Selasa, 11 April 2017

Dulu, saling mengetahui jadwal masing-masing. Sekarang, tiba-tiba menjadi asing.
Ada yang nggak punya masa lalu?

"Nggak mungkin kaan yaa".

"Pasti semua punya cerita masa lalu."

Berdamai dengan masa lalu bukanlah hal yang mudah bagi semua orang. Setelah hubungannya berakhir, maka ingatan tentangnya pun akan menghilang. Masa lalu itu bukan untuk dilupakan, tetapi untuk diikhlaskan. Karena melupakan masa lalu sama saja dengan  melupakan kalau kita pernah hidup. Hubungan yang dulu sangat dekat, sekarang mendadak seperti dua manusia yang tak saling mengenal.
Ada yang seperti itu? Banyaaak.

MENGAJAK HATI BERDAMAI ITU PERLU WAKTU
Memang butuh waktu untuk berdamai dengan masa lalu. Apalagi masa lalu itu meninggalkan luka yang sangat dalam. Apalagi masa lalunya itu membuatnya menjadi single mom ataupun single parent. Waktu untuk menyembuhkan luka masa lalu pada setiap individu akan berbeda-beda, tidak bisa ditentukan. Tetapi waktu terus berjalan, jangan sampai masa lalu mempersulit langkah kita untuk menuju masa depan yang lebih baik.

(Baca : Ketika Single Parent Adalah Sebuah Pilihan)

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI ADALAH LANGKAH AWAL
Waktu yang kita perlukan untuk berdamai dengan masa lalu tergantung seberapa cepat kita bisa berdamai dengan diri sendiri. Apabila kita bisa berdamai dengan diri sendiri, maka akan lebih mudah untuk bersikap baik secara ikhlas dengan orang-orang dari masa lalu. Tersenyumlah dalam menjalani ini semua, karena bisa saja dari senyumanmu itu, akan mendatangkan cinta yang baru dihatimu. :)

KESAMPINGKAN EGO
Tidak bisa dipungkiri, apabila dalam perpisahan/perceraian akan ada hati yang sangat terluka. Namun apakah rela kesedihan hati itu juga dirasakan oleh sang buah hati? Tidak.
Terkadang ego juga perlu dikesampingkan. Sang anak hanya ingin bahagia melihat kedua orang tuanya bisa mengobrol atau sekedar keluar makan malam bersama dengannya. Bukan...bukan untuk bersama lagi, tetapi setidaknya sang anak cukup bahagia melihat kedua orang tuanya berdamai.

Apabila masa lalu itu adalah mantan istri/suami, mungkin masih bisa berdamai seperti itu demi sang anak. Tetapi kalau masa lalu itu hanya seorang mantan pacar teman dekat, sudah pastilah akan berubah menjadi dua manusia asing yang nggak pernah kenal :D
Padahal nggak ada salahnya juga berdamai, karena dengan berdamai akan menunjukkan bahwa kita sudah jauh menjadi dewasa dengan masa depan yang lebih baik.

Jangan suka menilai seseorang hanya dari masa lalunya. Karena kita tidak akan pernah bisa menebak jalan Tuhan. Bisa saja, seseorang yang kamu kenal paling buruk di masa lalunya, akan menjadi seseorang yang paling baik di masa depannya. Karena kita tidak tau, seberapa keras perjuangannya untuk menjadi seperti sekarang. Baik buruknya seseorang di masa lalu, itu urusan dia dengan Tuhannya. Ketika kita memiliki teman, maka sayangilah dia yang sekarang tanpa ikut membenci ataupun menghakimi masa lalunya. Karena dia yang sekarang itulah, yang siap menjadi temanmu tanpa membawa kamu ke cerita masa lalunya.

Hayoo jangan baperr, sudahkah kalian berdamai dengan masa lalu?

 
3 komentar on "Berdamai Dengan Masa Lalu"
  1. Wah bunda tulisannya bikin baper karna teringat masa lalu heheh. Bagus sekali bunda penyampaiannya penuh ilmu dan makna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bunda Erysha, iyya masa lalu itu adalah pengalaman agar lebih baik lagi dalam menata masa depan ya bun :)

      Hapus
  2. Cara terbaik menghadapi masa depan ya berdamai dengan masa lalu. Setiap orang tentu punya masa lalu. Bukan untuk dilupakan tapi sebagai pelajaran yang sangat berharga

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature