Kasih Sayang Seorang Ayah Sama Besar Dengan Kasih Sayang Sang Bunda

on
Rabu, 15 Maret 2017


Memiliki kedua orang tua yang sangat menyayangi kita adalah hadiah terindah dari Tuhan. Begitupun sebaliknya, memiliki anak-anak yang menyayangi orang tuanya dengan tulus adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang Ayah dan Ibu yang tidak cukup diungkapkan hanya dengan sebuah tulisan saja.

Kasih Ibu hadir sepanjang masa, begitu istimewanya seorang Ibu sehingga ada hadits yang menyebutkan; Ibumu, Ibumu, Ibumu, baru kemudian Ayahmu. Nama Ibu disebut sampai tiga kali. Apapun yang telah seorang Ibu berikan, tidak akan bisa terbalaskan oleh kita sebagai sang anak. Sungguh mulia jasa seorang Ibu, bahkan "surga" ditelapak kaki Ibu yang maksudnya adalah betapa kita diwajibkan menaati perintah dan mendahulukan kepentingannya diatas kepentingan kita.

Disaat seorang Ibu mengandung, apapun dilakukan agar kesehatan sang anak dalam kandungan terjaga, supaya nutrisi sang anak dalam kandungan selalu terpenuhi. Dan dibalik semua perjuangan hebat itu, ada sesosok laki-laki yang sangat kuat dan juga hebat, laki-laki itu bernama Ayah. 

Baca Juga : Ibu yang Baik atau Karyawan yang Suskes 


***
Ayah memang tidak ikut merasakan beratnya mengandung, tetapi ayah lah yang menguatkan sang Bunda dalam menjaga calon buah hati mereka. Ayah ikut merasakan kekhawatiran melihat istrinya mual muntah di awal-awal kehamilan karena sedang mengidam. Semua pekerjaan rumah Ayah bantu karena tidak ingin istrinya merasa kelelahan mengerjakannya sendiri. Saat hamil seorang Bunda bagaikan anak raja, dan sang Ayah adalah rajanya. Segala keinginan anak raja selalu diikuti oleh sang Raja agar sang anak merasa bahagia.

Oya, Ayah dan Bunda. Apakah kalian juga merasakan apabila anak lelaki akan cenderung lebih dekat dengan sang Bunda, dan anak perempuan lebih lengket dengan Ayahnya. Entahlah, tapi saya merasakannya. Saya sebagai anak perempuan lebih dekat dengan Ayah saya, sedangkan adik laki-laki saya lebih dekat dengan Ibu saya. Meskipun pada hakikatnya lelaki atau perempuan akan sama prosentase rasa sayangnya kepada kedua orang tua.

Sayangnya seorang ayah kepada putra-putrinya adalah segenap jiwa. Senyum putra-putrinya adalah penghapus letihnya, sedangkan tangis dan sedih putra-putrinya adalah siksa baginya. Disaat putra-putrinya beranjak dewasa, ada perasaan selalu ingin melihat mereka tetap menjadi anak-anak kecilnya yang lucu dan menggemaskan. Ingin selalu tinggal bersama dalam satu atap selamanya, dan memberikan perhatian dan kasih sayang di dalam rumah yang sama. Tetapi inilah kehidupan, akan ada masa dimana putra-putrinya beranjak dewasa, akan tiba juga saatnya mereka harus merasakan kehidupan berumah tangga seperti dirinya. Kehidupan yang mandiri mengurus keluarga tanpa orang tua, agar putra-putrinya siap menjalani kehidupan dengan bekal-bekal ilmu yang pernah dia berikan.

Ingatkah Bunda, siapa orang yang paling menahan tangis di acara Ijab Kabul pernikahan kita? Iyya, dialah sang Ayah. Disaat tangannya menggenggam tangan calon suami kita, hancur hatinya menahan kesedihan karena putri yang sangat dia sayangi akan hidup bersama pria lain. Akan muncul semua kenangan bersama putrinya tersebut, saat bahagia, canda, tawa, dan sedih mereka. Kenangan tersebut menjadi satu dalam satu waktu. Lantas, akan banyak pertanyaan yang Dia simpan di dalam hatinya.
  • Akankah laki-laki di depanku ini bisa menjaga putriku seperti aku?
  • Akankah laki-laki di depanku ini menyayangi putriku seperti aku?
  • Akankah laki-laki di depanku ini mau berkorban tanpa syarat dan lelah seperti aku?
  • Akankah laki-laki ini mampu menuntun putriku ke jannah?
  • Dan masih sangat banyak pertanyaan-pertanyaan yang bergelayut di pikirannya, semua pertanyaan itu terjadi di satu waktu saat Dia menggenggaman tangan laki-laki pilihan putrinya, disaat ijab kabul berlangsung.
Sangat banyak pertanyaannya yang tidak mendapatkan jawaban, sama seperti kasih sayanganya yang tidak bisa terjelaskan. Kalau flashback ke memori itu, hati saya suka sedih dan mewek. Apalagi kalau mengingat bagaimana beratnya wajah sang Ayah melepas kepergian kita untuk menempuh  kehidupan baru bersama dengan lelaki pilihan kita. Doa-doa terbaik pasti mereka panjatkan, namun kesedihan tetap tidak bisa mereka sembunyikan. Jadi yakinlah, apabila ada orang yang perlu dimintai ijin akan anaknya, sudah tentulah itu pasti sang "Ayah" jawabannya.

Bagaimana Ayah, apakah perasaannya juga seperti itu disaat acara Ijab Kabul putri kalian. Terus Bunda, apakah sama perasaannya seperti saya saat melihat wajah orang tua kita menahan kesedihan karena akan kita tinggalkan untuk berpindah status dari "anak" menjadi seorang "istri". Tidak sanggup membayangkan dimana kelak akan tiba waktunya saya dan suami harus melepas anak-anak kami demi masa depannya.Tetapi harus tetap diingat, bukan karena kita menikah lantas kita melupakan atau tidak perhatian dengan orang tua ya. Karena dengan menikah, kita bisa tetap memperhatikan dan menyayangi mereka sama dengan saat kita masih belum menikah.

Intinya kasih sayang kita kepada orang tua jangan pernah berubah ya. Seiring berjalannya waktu, mereka akan menua bersama. Semakin menuanya mereka, maka wajib semakin besar pula lah kasih sayang kita untuk keduanya. Ketika kita kecil, mereka melakukan segalanya untuk kita, berkorban apapun tanpa syarat. Setelah kita dewasa, berbaktilah, bahagiakan mereka sampai batas tertinggi kemampuanmu walaupun itu semua tidak akan pernah cukup untuk membalas jasanya.
 ***
Sudah siih, segitu aja. Terimakasih sudah mampir.
Bye :D 

2 komentar on "Kasih Sayang Seorang Ayah Sama Besar Dengan Kasih Sayang Sang Bunda"
  1. Kalau ayah dan ibu sevisi, sama2 punya kasih sayang ke anaknya ya Mbak karena ada juga yang kurang berutung merasakannya.

    BTW maaf Mbak Yasmin, baru menjejak ke mari. Sudah perah ke blog ini sebenarnya tapi waktu itu gak bisa meninggalkan komentar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mbak, waah senang sekali dikunjungin sama blogger ngehits seperti mbak, terimakasih ya mbak :)
      Mempunyai visi yang sama dalam rumah tangga sangat patut disyukuri ya mbak, dan semoga yang belum beruntung tetap strong ya mbak :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature