Ketika Orang Tua Tidak Mengakui Anaknya

on
Kamis, 08 September 2016
Assalamualaikum..

Lagi pada heboh yaa :D Hanya hitungan beberapa puluh menit  acara ditayangkan, langsung menjadi trending topic di dunia sosmed. Yap benar, Bapak Mario Teguh, motivator yang cukup tersohor di negara kita ini menjadi perbincangan hangat karena disebut tidak mengakui anaknya. WoW !

sumber foto : islamnkri.com


Tetapi jangan buru-buru negative comment dulu dong, kan kita sebenarnya tidak tahu apa-apa mengenai kasus tersebut, hanya Allah dan mereka lah yang mengetahui dengan pasti alasan dan kebenaran tersebut. Pesan aku buat Bapak MT sih nggak panjang, "Anda seorang motivator, seharusnya bisa lebih menjaga benteng keluarga agar tidak mudah ditembus oleh orang luar. Selesaikan dengan kekeluargaan, dan pastinya Anda lebih tau kata-kata motivasi apa yang lebih pantas dalam masalah ini. (ceilee, maaf pak MT gak maksud lho :D )

Tapii sebenernya disini bukan  Bapak MT nya yang mau aku jadikan pembahasan utama, tapi lebih ingin kasih pendapat aja untuk para orang tua diluar sana yang tidak mengakui darah dagingnya. Dan sependapat dong ya bukan hanya Bapak MT yang khilaf !? Bukan hanya seorang Ayah, tetapi terkadang seorang Ibu juga berbuat khilaf seperti itu.

Di dunia ini, anak-anaklah harta paling berharga di dalam sebuah keluarga. Tidak sedikit pasangan suami istri yang belum dikaruniai seorang anak, tetapi tidak sedikit pula orang tua diluar sana yang tega membunuh anaknya. Menurut saya pembunuhan anak ada 2 (dua), Fisik dan Mental. Dan apabila ada seorang Ayah ataupun Ibu yang tidak mengakui anaknya, itu adalah pembunuhan mental sang anak. Dan itu artinya mereka melepas tanggung jawab untuk mengasuh dan mengasah sang anak hingga dewasa. Dan kalau sudah besar kemudian sang anak sukses, baru deh dicari-cari ya (*eh) kayak sinetron yaa :))

Adakah solusinya? Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Dan semua yang kita lakukan ada konsekuensinya. Kalau tidak mau dikejar hutang, ya jangan sekali-kali berhutang. Kalau tidak mau dibilang IQ rendah, ya harus rajin belajar. Begitu juga kalau tidak mau hamil diluar nikah, ya nikah dulu dong baru bikin anak agar benar-benar siap. Intinya lebih bertanggung jawab terhadap hidup, itu yang terbaik.


Baca juga : Nikah Muda Itu Keren

Tapi kita sebagai seorang anak juga harus sering intropeksi diri atas kesalahan kita terhadap orang tua. Bisa jadi seorang Ayah dan Ibu mengucapkan bahwa kita bukan anaknya, hanya karena dalam keadaan sangat marah. Sedangkan di dalam hati kecil mereka, kita lah permata dunianya. Sudahkah kamu meminta maaf atas kesalahan terhadap Ayah Ibu mu? *Jadi Mewekk 

Yaudah siih segitu aja, terimakasih ya sudah mampir buat baca tulisanku ini.
Salam dari Pulau Dewata.

11 komentar on "Ketika Orang Tua Tidak Mengakui Anaknya"
  1. Tidak ada manusia yang sempurna, cukup dijadikan pelajaran tanpa harus mangalami...dan saya pun berusaha tidak menghakimi karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi (walau tangan ini serasa gatal pingin ikut komen di berita tsb ahahaha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Iya bener itu mb, tidak ada manusia yang sempurna..
      Hihiii iya mbak aku aja sampai bikin tulisan ini, kecewa kalau ternyata berita itu benar. Karena motivator tidak seharusnya seperti itu.
      Tapi semua itu hanya Allah yang tau kebenarannya :)

      Hapus
  2. Ikutan prihatin sama kasusnya Pak MT...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, prihatin karena beliau motivator tersohor :D :)

      Hapus
  3. Semoga urusan beliau bisa terselesaikan dengan baik ya mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin amin mak, kasian kalau berlarut-larut. Apalagi sampai jadi trending topic :(

      Hapus
  4. Sebenarnya ini sudah kasus lama sih. Anaknya juga biasa buat status galau di twitter pada zamannya. Entahlah yang dikatakan Pak Mario ini benar atau bagaimana, cuma saya sayangkan cara penyampiannya sih.

    vinasaysbeauty.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh iya kah mb, malah saya gak pernah tau :D
      Betul itu mbak, tidak seharusnya aib keluarga diumbar ke publik. Semoga yang terbaik buat mereka ya mbak :)

      Hapus
  5. paling baper deh kalo udah ngomongin anak sama orangtua, huhuhu

    salam
    gabrilla

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyya niih mb, saking bapernya sampai nulis postingan ini :D

      Salam Kenal :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature