Ibu yang baik atau karyawan yang sukses?

on
Kamis, 21 April 2016


Di saat keadaan ekonomi dan kebutuhan yang semakin meningkat seperti sekarang ini, sudah wajar jika para wanita bekerja keras membantu perekonomian keluarga. Namun disaat sang wanita berubah  menjadi seorang ibu, maka akan banyak kekhawatiran yang muncul di pikiran. Akan lebih banyak pertimbangan, antara menjadi ibu yang baik atau karyawan yang sukses!? Lalu, mengapa tidak mencoba menjadi baik untuk keduanya saja.

Mampu mendidik anak dengan baik, memiliki karir yang bagus, dan mampu mengatur waktu antara keduanya dengan seimbang. Itulah kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagi para Ibu yang bekerja.

Memang bukan hal yang mudah menjadi ibu yang baik sekaligus menjadi karyawan yang sukses. Apalagi membutuhkan waktu yang bersamaan untuk menghadapi dua tugas sekaligus. Orangtua adalah panutan, jadi bagaimana anak kita tergantung bagaimana kita sebagai orangtua memberinya contoh.

Menjadi ibu terkadang merupakan sebuah tantangan. Tantangan dimana buah hati kita terkadang sulit di atur dan cenderung bandel. Jika si kecil begitu, tetaplah sabar dan perpanjang lagi kesabaran kita. Jika anak kita salah, beritahu apa kesalahannya dan cara memperbaikinya. Beritahu dengan sabar dan pelan-pelan dan jangan dengan pelajaran fisik yaaa bunda :)
Apabila sudah berhasil menjadi ibu yang baik, maka menjadi  karyawan yang sukses pun pasti bisa kita raih. 

Kuncinya, ada kemauan untuk membagi waktu dengan baik dan kematangan diri.


Gak jarang seorang ibu yang juga bekerja akan sering galau memikirkan antara kerjaaan dan rumah tangga #kayak aku mom :( Maunya lebih menomer satukan keluarga, tapi takut kerjaan malah gak terkejar deadline. Maunya lebih pentingin kerjaan, takut anak akan terabaikan. Sebenernya nggak begitu kok! Meskipun melaksanakan kedua tugas tersebut sangat berat, kita harus yakin bahwa semua akan berjalan lancar seiring berjalannya waktu. Karena bagi ibu yang bekerja, yang dibutuhkan bukanlah kuantitas waktu melainkan kualitasnya. Lalu, mana yang lebih penting!? Kenapa kita nggak mencoba untuk mementingkan keduanya?

Menjadi karyawan memang melelahkan. Sepulang kantor capek? sudah tentu itu wajar. Tetapi sebagai seorang ibu bagaimanapun lelahnya, kita harus bisa menunda rasa lelah tersebut. Kita luangkan waktu untuk anak dan suami. Kita maksimalkan kualitas waktu bersama mereka saat pulang kerja. Dan jangan lupa tanggung jawab kita untuk menjaga kebersihan rumah dan menyiapkan makanan untuk keluarga kecil kita.

Setiap pulang kerja, saya selalu menyempatkan diri untuk ngobrol-ngobrol kecil dengan suami. Setiap pulang kerja saya selalu bertanya pada si kecil, hari ini belajar apa nak sama mbk (baca:pengasuh day care) ? "nyanyi bunda"jawabnya. Setelah itu saya suruh, coba nyanyi lagi bunda ingin dengar. Begitulah seterusnya apapun yang diceritakannya mengenai ilmu dan permainan yang didapatnya hari ini, saya selalu katakan padanya "coba nak tunjukin ke bunda". Dan selalu dengan bangga nya dia tampil di depan saya.

Dan yang paling penting, kita harus bisa menjaga asupan gizi kita agar bisa melakukan kedua tugas tersebut dengan kuat. Karena ibu itu enggak boleh sakit, karena ibu itu harus sehat, dan karena ibu itu inti keluarga ..heheheh

Intinya kalau kita bisa mengatur waktu dengan seimbang, bisa memberikan kualitas yang baik pada keduanya, maka sudah pasti antara rumah tangga dan karir akan sama-sama berjalan dengan sukses :)
11 komentar on "Ibu yang baik atau karyawan yang sukses?"
  1. Keren.. Semoga tahun depan jadi motivator yang sukses ya

    BalasHapus
  2. Keren.. Semoga tahun depan jadi motivator yang sukses ya

    BalasHapus
  3. Bener Mbak, kalau bisa keduanya kenapa gak dikerjakan? Tp untuk itu butuh kesehatan yang LUUUAAARRR BIASA jadi kita harus menjaga asupan gizi dalam tubuh ya, jangan sakit-sakit hehehehe

    Keep spirit on!

    Happy weekend! Kemana weekend minggu ini Kak Firman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Mbak, karena kita udah ngejalanin keduanya ya Mbak :)
      Harus bisa jaga kesehatan, Semangat !!!

      Hapus
  4. Sama mba kondisinya dg saya hehehe semoga sll sehat y mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bunda-bunda seperjuangan ya mbak :D
      Amiin amiin semoga sehat sllu ya mbk :)

      Hapus
  5. Saya kerja di rumah, tapi kebetulan gk ada ART. Jd kdng suka jg benturan antara pengen ajak maen anak sama ngerjain tugas yg DL. Emang emak2 kudu pinter atur waktu ya, Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah pingin sebenernya bisa kerja dirumah kayak mbk :)
      Iya kalau sudah terbentur DL itu yang bikin dilema ya mbk :D
      Semoga tetap semangat mbk...

      Hapus
  6. duh, lagi cuti baca ginian, pencerahan deh

    salam
    riby

    BalasHapus
  7. Kita tak dapat membelah diri, maka ikhlaskan apa yg kita lewati dengan tetap memaksimalkan apa yg dapat kita lakukan.

    Salam,
    Rava.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan mengunjungi Sarah Yasmin's Blog, dan meninggalkan jejak komentar disini.
Silahkan tinggalkan link blog kalian, agar aku bisa berkunjung balik.

Salam ❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature