Image Slider

"So Good" Menu Pelengkap Gizi Seimbang Kesukaan Anak

on
Rabu, 14 Maret 2018

Menjaga menu dan pola makan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan seusia anak pertama saya itu sangatlah penting. Syukurnya anak saya doyan makan, jadi nggak perlu ada adegan ngerayu agar dia mau makan. Tapi doyan makan aja nggak cukup, sebagai orang tua saya juga harus memperhatikan dan menyiapkan agar menu yang dia makan setiap harinya sudah memenuhi pedoman menu piring gizi seimbang.

Ayo Ajak Anak Bermain Puzzle

on
Selasa, 20 Februari 2018


Sudah bukan hal yang baru lagi, kalau anak balita jaman sekarang paling suka bermain dengan gadget ya. Bahkan belum genap usia 2 tahun, jari -jari tangan sudah pintar scroll keatas dan kebawah buat cari channel youtube yang disukai ataupun main game kesukaan.

Tak terkecuali anak pertama saya, namanya iman, setiap hari selalu pakai hape untuk buka youtube. Saya sendiri sebenarnya lebih senang melihatnya bermain puzzle daripada gadget, tapi karena dari awal sudah dikenalkan gadget, jadi susah untuk langsung memisahkannya. Perlu waktu dan niat yang sungguh-sungguh dari kita sebagai orang tua.
 

Iyaa, harus sungguh-sungguh, jangan seperti saya yang terkadang tiba-tiba berubah menjadi Momster baik hati bagi iman, karena tiba-tiba memberikan dan menyuruhnya main hape demi kepentingan saya sendiri. Disaat saya asyik menikmati acara tv kesukaan, saya berikan hape kepadanya agar remote tv diserahkan dan channel aman tidak berganti. Disaat saya sedang ingin pergi keluar rumah dan memang sebaiknya dia tidak ikut, maka saya berikan dia hape agar berhenti merengek ikut. Dan masih banyak hal-hal remeh seperti itu yang saya selesaikan dengan memberikannya hape. Daaan, karena itulah sampai sekarang saya belum berhasil memisahkannya dengan gadget. Ada juga yang sering seperti itu? 




Padahal, kalau kita sebagai orang tua mau mengenalkan, ada permainan yang lebih seru lho untuk mereka. Adalah Puzzle, k
ata puzzle sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya teka-teki atau bongkar pasang. Sesuai namanya, puzzle adalah permainan bongkar pasang untuk menyatukan suatu gambar atau pola tertentu. Ajak anak untuk membeli puzzle dan biarkan ia sendiri yang memilih gambar, warna, dan bentuk sesuai kesukaannya, agar ia merasa senang memainkannya.

Puzzle Huruf Kesukaan Iman

Puzzle Boboi Boy Kesukaan Iman

Setiap puzzle pun berbeda tingkat kesulitannya, semakin kecil atau banyak kepingan puzzle-nya, maka semakin tinggi tingkat kesulitannya. Untuk awal bermain, lebih baik pilih yang kepingan puzzle-nya besar atau sedikit, karena akan lebih mudah untuk menyusunnya. Apabila sudah bisa menyusunnya secara tepat dan cepat, maka tidak ada salahnya Ayah Bunda membelikan puzzle lagi dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

BEBERAPA MANFAAT BERMAIN PUZZLE


💌 Melatih Konsentrasi dan Kesabaran Anak

Dengan bermain puzzle, anak akan dituntut untuk menyatukan kepingan puzzle sesuai kotak yang disediakan. Dengan begitu anak memerlukan konsentrasi dan kesabaran sehingga bisa menyelesaikan puzzle tersebut.


💌 Melatih Koordinasi Mata dan Tangan Anak


Dengan bermain puzzle, secara otomatis akan meningkatkan koordinasi mata dan tangan. Dengan gambar, bentuk, dan warna yang berbeda maka anak akan menggunakan konsentrasi dan gerakan secara bersamaan.


💌 Problem Solving


Dan bermain puzzle juga akan membantu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Sang anak akan terus berpikir dan berusaha dari berbagai sudut pandang untuk menyelesaikan kepingan-kepingan puzzle tersebut hingga membentuk gambar. Dengan begitu, anak akan merasa memiliki tujuan. Dan akan berusaha mencapai tujuan tersebut untuk kemudian menjadi kebanggaan tersendiri untuknya.





Itulah beberapa manfaat bermain puzzle bagi anak. Semoga bermanfaat yaa.
Ayo Bunda, ajak anak main puzzle! Hmm, ada berapa koleksi puzzle yang dimiliki anak dirumah, dan seberapa sering menemaninya bermain puzzle? Sharing Yuuk :) 

Salam,

Ketika Caesar Adalah Keputusan Yang Mengecewakan

on
Jumat, 19 Januari 2018


Assalamulaikum….
Haii Bunda, saya mau share pengalaman kelahiran anak kedua yang saya jalani melalui operasi Caesar.


Operasi Caesar itu enak ya? Enggak perlu ngejan dan enggak perlu ngerasain gimana sakitnya kontraksi. Tapi jangan tanya gimana rasa sakitnya pasca operasi, benar-benar luar biasaaaa! Belum lagi ditambah omongan ini itu dari para nyinyiers. Kalau disuruh memilih melahirkan dengan cara Normal atau Caesar, semua ibu pasti ingin melahirkan secara normal. Terlebih karena persalinan normal tidak membutuhkan waktu pemulihan yang sangat lama seperti Caesar. Tapi entah itu persalinan Normal atau Caesar, semua adalah ibu hebat yang menginginkan terbaik untuk anaknya. Dan saya sudah merasakan kedua cara tersebut. Normal saat melahirkan anak pertama dan Caesar untuk anak kedua (meskipun Caesar, saya tetap merasakan sakitnya kontraksi selama 12 jam).


Operasi Caesar itu sudah saya rasakan pada tanggal 17 Desember 2017. Sebuah keputusan yang mengecewakan (perasaan) dan menyakitkan (badan) bagi saya yang dari awal ingin melahirkan secara normal. Tapi rasa kecewa itu terobati setelah melihat putri mungil nan cantik ini lahir sehat dan selamat. Iyaa, rasa kecewanya saja yang terobati, sedangkan rasa sakitnya masih utuh di seluruh badan sampai sekarang. Hhaahaha (**ketawa sedih)


*******

Sampai mendekati hari perkiraan lahir, saya masih bisa duduk manis didepan computer tempat bekerja. Karena HPL di tanggal 27 Desember 2017, maka saya memutuskan mulai libur pada tanggal 11 Desember 2017. Kebetulan pada tanggal 14 Desember adalah jadwal kontrol kehamilan saya. Pada saat kontrol, saya menjelaskan kepada dokter kandungan bahwa seperti ada air rembesan yang keluar sedikit demi sedikit. Meskipun saya enggak yakin kalau itu adalah air ketuban, akhirnya dilakukan pemeriksaan dalam, dan ternyata memang sudah ada pembukaan dua. Kemudian saya disarankan untuk menginap di Rumah Sakit malam itu juga. Tetapi saya menolak, karena memang saya tidak merasakan sakit (kontraksi) sama sekali. Pak suami yang dari awal sudah siap siaga pun akhirnya merestui untuk pulang, meskipun kami harus tanda tangan pernyataan dari Rumah Sakit bahwa apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka bukan tanggung jawab mereka (Namanya aja RumKit, pasti begitu).

Di keesokan harinya, tanggal 15 Desember 2017 keadaan saya masih baik-baik saja. Dan akhirnya kontraksi mulai saya rasakan pada keesokan harinya di tanggal 16 Desember jam enam sore. Kemudian saya berangkat ke Rumah Sakit yang jaraknya sangat dekat dengan tempat tinggal, hanya butuh waktu tiga menit dari rumah dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Rumah Sakit, saya langsung berbaring di ruang persalinan. Meskipun sedikit gugup, tetapi saya nyaman karena ditemani oleh orang-orang yang saya sayangi. Pak suami dan anak, serta ibu. Tetapi sayangnya bapak saya tidak ikut, karena baru saja pulang di pagi harinya karena memang sudah sejak tanggal 14 Desember bapak dan ibu datang ke tempat tinggal saya, ada sesuatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama.

Interval kontraksi semakin dekat saya rasakan, dan tentunya semakin sakit pula. Dimulai dari jam enam malam sampai jam dua malam, akhirnya pembukaan  sampai pada ukuran tujuh. Sedangkan dari jam dua malam hingga jam lima subuh, pembukaan tetap pada ukuran tujuh.  Pada saat jam dua malam itulah si Pak Dokter memberikan info bahwa dia akan menunggu sampai jam enam pagi, apabila tidak kunjung lahir pihak Rumah Sakit akan mengambil tindakan (Caesar). Ditambah lagi sejak tengah malam saya sudah diberikan infus karena kondisi saya yang sudah sangat kelelahan. Dalam hati, saya tetap optimis bahwa sebelum jam enam pasti si kecil lahir. Tetapi hingga jam sudah menunjukkan pukul lima Subuh, pembukaan masih sama di ukuran tujuh. Dan para bidan mulai memasang kateter urin dan melakukan suntik tes alergi untuk persiapan menjalani operasi.

Tanggal 17 Desember 2017 tepat pada pukul enam pagi, saya sudah berada di ruang operasi Rumah Sakit Bhayangkara Polda. Tidak bisa dijelaskan perasaan saya saat masuk ke ruangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Hanya pasrah, kondisi sudah sangat lemah. Bahkan saat diberikan suntikan epidural yang kata kebanyakan orang sakitnya luar biasa, saya hanya merasa seperti digigit semut. Selama proses operasi, saya merasa gagal dan kecewa. Saya kecewa pada diri sendiri yang enggak kuat menahan sakitnya kontraksi lebih lama lagi sampai si kecil lahir secara normal. Saya kecewa hanya mampu menahan sakitnya kontraksi selama dua belas jam. Saya kecewa ketika mengingat bahwa pembukaan sudah sampai pada ukuran tujuh, yang artinya kurang sedikit lagi saja saya bisa melahirkan secara normal. Dan yang paling membuat saya kecewa adalah si Pak Dokter yang tidak memberikan dukungan dan tindakan agar saya bisa melahirkan secara normal.

Seandainya saya memilih melahirkan di Bu Bidan, kemungkinan besar saya bisa melahirkan secara normal. Meskipun dengan adanya bantuan induksi, vakum, ataupun episiotomi jika memang diperlukan. Para bidan akan tetap  berusaha agar si bayi bisa keluar dari jalan lahir. Karena semua bidan mendukung persalinan secara normal, kecuali memang ada kondisi tertentu yang mengharuskan Caesar (misal mata minus atau posisi bayi sungsang). Namun, bukan berarti semua dokter kandungan tidak pro dengan proses kelahiran normal lho ya. Ini hanya pengalaman yang saya alami.

Meskipun gagal melahirkan secara normal, setidaknya saya sudah berusaha. Dan saya sangat bahagia melihat putri kecil kami lahir sehat dan selamat dengan berat badan 3,5 kg dan panjang 49 cm.
Bagaimanapun cara persalinan yang dilakukan, tidak ada yang salah. Karena semua ibu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. 
Gimana bunda, apakah ada yang punya pengalaman sama seperti saya? Yuk saling sharing.

 


Salam,

Yang Wajib Tersedia Di Rumah Ketika Si Kecil Memiliki Riwayat Kejang Demam

on
Kamis, 28 September 2017


Hai Bunda, kali ini saya mau sharing pengalaman anak pertama saya yang punya riwayat kejang demam niih. Ada yang belum tau apa itu Kejang Demam? Jadi kejang demam adalah kondisi dimana badan anak mengalami kejang-kejang akibat suhu tubuh yang naik secara drastis dan mendadak. Biasanya kejang demam ini terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun.

Anak  saya pertama kali mengalami kejang demam di saat usianya 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan. Dan itu pengalaman pertama yang sangat mengerikan bagi saya. Terlebih kejang demam itu datang untuk pertama kalinya. Beruntungnya pada saat kejang demam itu terjadi, anak sedang ada dalam gendongan saya. Sehingga saya langsung mengetahuinya dan langsung membawanya ke Rumah Sakit yang berada di seberang tempat tinggal saya saat itu. Padahal saat itu posisi si kecil sudah saya kasih penurun panas lho. Akibatnya, sampai sekarang pun saya masih suka parno kalau si kecil demam.

Ketika kejang demam saat itu, langsung dibawa ke Rumah Sakit? Tanpa ada pertolongan pertama? Iyya, waktu itu saya hanyalah ibu muda yang bodoh dan nggak tau harus melakukan apa selain membawanya langsung ke UGD. Akhirnya semenjak kejadian itu, saya jadi tau apa saja yang harus saya siapkan dan harus saya miliki di rumah apabila mempunyai anak yang memiliki riwayat kejang demam seperti itu.

Gejala Kejang Demam

Sesuai pengalaman saat anak saya mengalami kejang demam, gejala yang dialaminya sebagai berikut :
  • Lengan dan kaki bergerak kaku dan tidak terkontrol
  • Gigi atas dan gigi bagian bawah saling beradu (disaat kejang demam terjadi, usahakan masukkan sendok ke mulut si kecil, hal itu bertujuan agar lidahnya tidak terluka kena gigitan)
  • Bola mata menatap keatas
  • Mulut berbusa
  • Kehilangan kesadaran 

Obat Yang Harus Tersedia Di Rumah

Karena memang apabila sudah sekali anak mengalami kejang demam, nggak menutup kemungkinan kejang demam tersebut akan kembali hadir sampai usianya 5 tahun. Jadi sebaiknya apabila kita memiliki anak dengan riwayat kejang demam seperti itu, dirumah kita wajib memiliki persediaan obat berikut :


1. Penurun Panas
Obat penurun panas ini memang wajib tersedia di rumah, kalau untuk anak saya, pilihan jatuh kepada Sanmol syrup. Selain itu rekomendasi dari dokter, alhamdulillah cocok buat anak saya. Obat itu nggak pernah kosong di rumah. Kalau sudah habis atau sudah terbuka lebih dari sebulan, maka saya akan membeli lagi yang baru di apotek. Apabila ingin membeli obat penurun panas ini pun tidak diwajibkan memakai resep dokter. 




2. Cegah Kejang
Obat cegah kejang yang saya sediakan untuk si kecil adalah Stesolid. Berbeda dengan Sanmol, apabila ingin membeli obat ini di apotek, kita wajib memiliki resep dari Dokter. Obat yang satu ini nggak pernah kosong dirumah, bahkan hingga sekarang. Jadi obat ini wajib diberikan kepada anak saya apabila suhu sudah mencapai 38 derajat. Kenapa harus 38, nggak menunggu sampai 39 atau diatasnya? Karena pengalaman kejang demam yang dialami anak saya disaat suhunya 38,5 derajat. Sebab kemampuan otak anak merespon demam tubuhnya berbeda-beda, sehingga berbeda pula dalam pemberian obat cegah kejangnya.




 
3. Termometer
Termometer jenis digital ini paling banyak digunakan oleh para bunda.Selain penggunaannya yang cukup mudah, harganya juga sangat terjangkau. Meskipun si kecil tidak mempunyai riwayat kejang demam, benda ini tetap wajib tersedia di rumah yaa.


4. Alat Kompres
Kalau saya pribadi lebih sering menggunakan air hangat untuk mengompres si kecil yang sedang demam daripada harus menggunakan alkohol ataupun bye-bye fever. Jadi sapu tangan dan baskom kecil khusus saya sediakan untuk kompres. Meskipun saya juga sedia bye-bye fever, tapi cenderung lebih nyaman menggunakan air hangat. Karena kalau pakai bye-bye fever, si kecil suka kaget saat ditempelkan.




Sementara bagi saya, empat item diatas tersebut yang benar-benar wajib tersedia dirumah. Satu aja nggak ada, saya sudah heboh karena saya masih parno dan trauma terhadap kejang demam yang pernah dialami oleh si kecil.

Anak bunda ada yang punya riwayat kejang demam juga?
Share yuuk, because share is care :)

Persiapan Menjelang Kelahiran Si Kecil

on
Selasa, 05 September 2017
Pict Credit

Hai Bunda, adakah yang sedang dalam masa kehamilan saat ini? Terlebih jika memasuki masa kehamilan yang sudah semakin dekat dengan hari perkiraan lahiran, tentunya ada beberapa hal yang perlu kita siapkan agar kelahiran si kecil nantinya lancar tanpa suatu halangan yang berarti.

PERSIAPAN MENJELANG PERSALINAN

Dokter dan Rumah Sakit
Hal ini termasuk bekal yang utama saat masa kehamilan. Jauh sebelum hari kelahiran, ada baiknya kita sudah memiliki pilihan dimana kita akan melahirkan dan dokter mana yang kita pilih untuk membantu proses kelahiran tersebut. Kita juga perlu menanyakan fasilitas ataupun persyaratan di rumah sakit tersebut, terlebih jika kita memiliki rencana melahirkan menggunakan fasilitas BPJS ataupun jaminan fasilitas kesehatan lainnya. Supaya ketika sudah tiba saatnya, kita tidak disibukkan oleh urusan yang sedikit ribet akibat dadakan. Jangan lupa juga untuk menanyakan perkiraan biaya yang dibutuhkan, supaya kita bisa prepare dana tersebut.

Peralatan Si Kecil
Sebelum bayi didalam perut dilahirkan, siapkan kebutuhan-kebutuhan untuknya antara lain seperti :
  • Baju, popok kain, gurita, topi, selimut, sarung kaki dan tangan.
  • Serta kebutuhan penunjang lainnya seperti sabun bayi, minyak telon, baby oil, dan bedak bayi.
Meskipun kebanyakan Rumah Sakit sudah menyediakan itu semua, tetapi akan jauh lebih nyaman apabila kita sendiri yang membeli, memilih, serta menyiapkannya. Dan semua peralatan tersebut akan lebih praktis apabila kita tempatkan di sebuah tas bayi. Ketika waktu melahirkan sudah tiba, sang suami akan lebih mudah untuk membawa tas bayi tersebut tanpa kebingungan apa saja yang harus dibawa karena sudah kita siapkan di hari-hari sebelumnya.
 
Peralatan Sang Ibu
Akan terasa lebih nyaman ketika sudah tiba waktunya untuk melahirkan, kita sudah mempunyai bekal berikut :
  • Baju ganti atau baju daster, akan lebih mudah digunakan setelah melahirkan.
  • Pakaian dalam dan bra khusus menyusui, akan sangat membantu saat kita gunakan pasca melahirkan.  
  • Pembalut khusus setelah melahirkan, setidaknya kita butuh menyiapkannya 2 sampai 3 bungkus karena harus menggantinya 1 - 2 jam sekali.
  • Minyak oles, bisa kita gunakan untuk memijat atau sekedar mengoles ringan mengurangi rasa nyeri daerah betis kaki, pinggang, atau tangan.
  • Peralatan mandi, akan lebih nyaman apabila kita membawa milik dan pilihan kita sendiri untuk digunakan di rumah sakit.
Seperti peralatan sang bayi, peralatan Ibu pun akan lebih praktis apabila ditata rapi di dalam tas. Sehingga apabila waktu melahirkan sudah tiba, sang suami bisa membantu membawanya saja tanpa harus pusing memikirkan apa saja yang harus dibawa karena sudah kita siapkan di hari-hari sebelumnya (karena suami sudah pusing duluan dan akan lebih panik jika istrinya sudah tiba waktunya lahiran, hehehe).

Orang Terdekat Yang Menemani
Sebelum tiba saatnya melahirkan, kita juga sudah memilih siapa saja yang akan menemani saat proses persalinan. Kalau pengalaman saat lahiran anak pertama, saya hanya mau ditungguin oleh suami dan kedua orang tua saja, selebihnya diberikan kabar setelah proses melahirkan sudah selesai. Untuk lahiran anak kedua kali ini, pilihan orang terdekat yang menemani tetap sama, ditambah satu personil lagi yaitu si kakak (*siapa cobaak yang tanya *maapkeun *nyengiir).
Pilihlah orang-orang terdekat yang bisa membuat kita nyaman saat menemani dari masa kontraksi sampai lahiran.

Konsumsi
Jangan sampai orang-orang terdekat termasuk kita sendiri kekurangan stamina akibat kurangnya bekal makanan dan minuman yang dibawa. Khusus yang ini jangan disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya ya, bisa-bisa sudah expired ketika dibawa ke rumah sakit,hehe. Kita bisa minta tolong suami untuk membelikan makanan dan minuman ketika kita baru masuk ke ruangan atau ketika masih masa kontraksi.

Nama Yang Indah Untuk Si Kecil
Ini saya letakkan pada point yang terakhir, walaupun sebenarnya ketika usia kandungan 6 bulan dan sudah melakukan USG jenis kelamin, kita sudah pilah-pilih nama untuk si kecil. Tetapi setelah proses kelahiran berjalan normal dan selamat, disaat itulah kita baru memberikan nama yang benar-benar sudah kita yakini. Nama adalah do'a, maka dari itu berilah nama dengan nama yang baik, bukan nama yang hanya sekedar bagus dan keren untuk diucap.

Terimakasih sudah mampir, semoga tulisan ini berguna yaa buat semua teman-teman bumil :)

Custom Post Signature