Image Slider

Keuntungan Investasi Emas Batangan

on
Senin, 29 Oktober 2018

ANTAM

Emas batangan menjadi salah satu investasi yang paling digemari sampai saat ini. Emas memiliki nilai tinggi sebagai Logam Mulia. Selain sifatnya yang hampir sama dengan uang tunai, emas batangan juga bisa dijadikan investasi jangka panjang. Nggak perlu takut, karena harga emas batangan juga cenderung stabil dan bertahan dari arus inflasi, kalaupun mengalami penurunan harga, waktunya pun nggak lama. Beda dengan investasi uang kertas yang akan terus tergerus dengan inflasi.

Disarankan untuk membeli Emas batangan di Pegadaian atau di ANTAM, untuk menjaga keamanan dan kualitasnya.


ANTAM
Kita juga bisa memulai investasi emas batangan sesuai budget yang kita miliki. Karena kalau di PT Aneka Tambang atau yang biasa dikenal dengan ANTAM menyediakan emas dalam beberapa pecahan satuan gram, yaitu 0.5, 1, 2, 3, 5, 10, 25, 50, dan 100.

Secara berkala ANTAM mengikuti Proficiency Test dan Proactive Monitoring Test yang diselenggarakan LBMA ( London Bullion Market Association) untuk meningkatkan akurasi pengujian / assaying, sehingga semua produk emas ANTAM memiliki ketepatan kadar sesuai dengan sertifikat yang dikeluarkan. Dan dengan sertifikat tersebut, emas batangan ANTAM bisa dijual ditoko emas manapun tanpa diragukan lagi keamanan dan kualitasnya.

Kelebihan emas batangan logam mulia dibandingkan dengan emas perhiasan adalah kemurnian kadarnya dengan puritas tertinggi 999,9% serta bentuknya yang memang batangan sehingga tidak perlu ganti-ganti model mengikuti tren seperti halnya emas perhiasan.

 
APA AJA SIH KEUNTUNGAN INVESTASI EMAS

1. Dapat dicairkan atau dijual dengan mudah. Apabila kita sedang butuh uang cepat bisa dengan mudah untuk menjualnya. Beda dengan kalau kita investasi properti yang harus menunggu laku terjual atau investasi reksadana yang memiliki waktu tunggu. Dan menurut saya, lebih enak membeli emas dengan pecahan kecil agar saat menjualnya kita bisa menjual sesuai kebutuhan.

2. Bebas Riba, ini cocok untuk investor yang berusaha menjauhi riba dengan catatan emas dibeli dengan uang tunai.

3. Bisa dijadikan Jaminan, kalau kita butuh uang mendadak dan tidak ingin menjualnya, emas batangan ini bisa dijadikan jaminan di pegadaian. Dan nilainya pun masih relatif dibandingkan kita menggadaikan benda lainnya, misal elektronik.

4. Harga emas selalu naik, semisal jika tahun ini kita membelinya dengan harga 680 ribu, maka di tahun depan kita bisa menjualnya di harga 780 ribu. Lumayan kan selisihnya dikali jumlah gram yang kita miliki.

5. Waktu yang Fleksibel, mau dijual kapanpun atau disimpan selama apapun bisa. Sama seperti uang kertas sih, cuman bedanya kalau emas tidak segampang  uang tunai atau uang di ATM. Butuh effort lebih untuk pergi menjualnya ke tempat penjual emas, sehingga kita tidak akan menjualnya kalau tidak benar-benar perlu.Nggak seperti uang tunai atau uang di ATM yang sangat dengan mudah menggunakannya, tinggal ambil didompet atau tinggal gerakin jari untuk klik M-Banking. Iya kan!?

Itu dia beberapa keuntungan investasi emas menurut saya. Yuk, investasi emas mulai sekarang.

DayCare Membantu Anak Lebih Percaya Diri dan Mandiri

on
Rabu, 18 Juli 2018


Hai Ayah, Bunda! Ngerasain juga nggak, Di  Bulan Juli ini banyak moment-moment bahagia? Khususnya bagi para orang tua yang anak-anaknya mulai bersekolah di tahun ajaran baru tahun ini seperti saya. Alhamdulillah, bulan ini si Kakak mulai bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK).

Tanggal 16 Juli kemarin, menjadi hari pertama saya mengantar si Kakak sambil menemani semua aktivitasnya di sekolah. Selama 2 jam lebih saya berada di areal sekolah sambil menggendong si Adek. Betah dan bahagia, serta terselip perasaan bangga melihat si Kakak yang sedang bermain bersama temannya yang sama-sama mengenakan seragam sekolah. Demi mengantar dan nungguin si Kakak masuk sekolah di hari pertamanya, saya ambil cuti di tempat kerja.

Bagi saya, hari pertama sangat penting untuk kita sebagai orang tua ikut menemani. Karena di hari pertama itu, kita bisa ikut mengenal lingkungan sekolahnya seperti; ruang kelas, guru, teman-teman, sesama wali murid, serta hal-hal baru lainnya tentang sekolah si anak. Jadi besok kalau si Kakak cerita tentang pengalamannya di sekolah, saya nyambung dan bisa ngebayanginnya. Maklum, ijin cuti hanya di hari pertama aja. Selebihnya, hanya bisa antar dan pulangnya akan langsung dijemput oleh mbak di DayCare nya.

Lho? Iya, meskipun sudah bersekolah Tk si Kakak masih tetap di DayCare, bareng sama Adeknya. Karena saya dan suami sama-sama kerja, jadi DayCare pilihan terbaik bagi kami.


Baca Juga : Ketika Pra Sekolah Membuat Si Todler Menjadi Mandiri dan Pintar


Sudah sejak usia 1 tahun, si Kakak saya titipin sekolahin di DayCare. Dan saat ini, usianya sudah 4 tahun 5 bulan. Alhamdulillah, baik-baik saja bahkan lebih mandiri dan percaya diri. Pengalamannya selama 3 tahun di DayCare menjadi bekal untuk si Kakak bersekolah Tk. Terbukti di hari pertama sekolah, dia menunjukkan bahwa dia memang sudah siap bersekolah.

Di hari kedua, sudah nggak minta ditungguin lagi. Meskipun sebagai ibunya, saya pengennya selalu nungguin di depan kelas sampai dia pulang, ingin selalu ada saat dia membutuhkan, pokoknya ingin selalu jadi orang nomer satu bagi dia. Tetapi kalau kita sebagai orang tuanya nggak percaya dan nggak ikhlas sama pihak sekolah, gimana si anak bisa benar-benar mandiri. Ya Kann?

Lingkungan dan kebiasaan juga mempengaruhi sikap mandiri dan kepercayaan diri sang anak. Meskipun nggak semua orang tua setuju anak dititipkan di DayCare, tetapi saya pribadi sangat terbantu dengan adanya DayCare. Selain lebih percaya diri dan mandiri, anak juga cepat dalam bersosialisasi.

Anak-anak dipercayakan ke DayCare bukan karena orang tua nggak sayang ataupun nggak perhatian. Tetapi karena setiap orang tua memiliki cara pandang yang berbeda dan setiap keluarga mempunyai kebutuhan dan impiannya masing-masing. Terimakasih DayCare, karena dukunganmu si Kakak sudah siap untuk bersekolah Tk dari hari pertamanya.

Gimana Ayah, Bunda! Ada yang anaknya dari kecil di DayCare juga? Atau ada yang sedang menikmati moment sama seperti saya? Bagi cerita yuuk.



Salam Cinta,

"So Good" Menu Pelengkap Gizi Seimbang Kesukaan Anak

on
Rabu, 14 Maret 2018

Menjaga menu dan pola makan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan seusia anak pertama saya itu sangatlah penting. Syukurnya anak saya doyan makan, jadi nggak perlu ada adegan ngerayu agar dia mau makan. Tapi doyan makan aja nggak cukup, sebagai orang tua saya juga harus memperhatikan dan menyiapkan agar menu yang dia makan setiap harinya sudah memenuhi pedoman menu piring gizi seimbang.

Ayo Ajak Anak Bermain Puzzle

on
Selasa, 20 Februari 2018


Sudah bukan hal yang baru lagi, kalau anak balita jaman sekarang paling suka bermain dengan gadget ya. Bahkan belum genap usia 2 tahun, jari -jari tangan sudah pintar scroll keatas dan kebawah buat cari channel youtube yang disukai ataupun main game kesukaan.

Tak terkecuali anak pertama saya, namanya iman, setiap hari selalu pakai hape untuk buka youtube. Saya sendiri sebenarnya lebih senang melihatnya bermain puzzle daripada gadget, tapi karena dari awal sudah dikenalkan gadget, jadi susah untuk langsung memisahkannya. Perlu waktu dan niat yang sungguh-sungguh dari kita sebagai orang tua.
 

Iyaa, harus sungguh-sungguh, jangan seperti saya yang terkadang tiba-tiba berubah menjadi Momster baik hati bagi iman, karena tiba-tiba memberikan dan menyuruhnya main hape demi kepentingan saya sendiri. Disaat saya asyik menikmati acara tv kesukaan, saya berikan hape kepadanya agar remote tv diserahkan dan channel aman tidak berganti. Disaat saya sedang ingin pergi keluar rumah dan memang sebaiknya dia tidak ikut, maka saya berikan dia hape agar berhenti merengek ikut. Dan masih banyak hal-hal remeh seperti itu yang saya selesaikan dengan memberikannya hape. Daaan, karena itulah sampai sekarang saya belum berhasil memisahkannya dengan gadget. Ada juga yang sering seperti itu? 




Padahal, kalau kita sebagai orang tua mau mengenalkan, ada permainan yang lebih seru lho untuk mereka. Adalah Puzzle, k
ata puzzle sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya teka-teki atau bongkar pasang. Sesuai namanya, puzzle adalah permainan bongkar pasang untuk menyatukan suatu gambar atau pola tertentu. Ajak anak untuk membeli puzzle dan biarkan ia sendiri yang memilih gambar, warna, dan bentuk sesuai kesukaannya, agar ia merasa senang memainkannya.

Puzzle Huruf Kesukaan Iman

Puzzle Boboi Boy Kesukaan Iman

Setiap puzzle pun berbeda tingkat kesulitannya, semakin kecil atau banyak kepingan puzzle-nya, maka semakin tinggi tingkat kesulitannya. Untuk awal bermain, lebih baik pilih yang kepingan puzzle-nya besar atau sedikit, karena akan lebih mudah untuk menyusunnya. Apabila sudah bisa menyusunnya secara tepat dan cepat, maka tidak ada salahnya Ayah Bunda membelikan puzzle lagi dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

BEBERAPA MANFAAT BERMAIN PUZZLE


💌 Melatih Konsentrasi dan Kesabaran Anak

Dengan bermain puzzle, anak akan dituntut untuk menyatukan kepingan puzzle sesuai kotak yang disediakan. Dengan begitu anak memerlukan konsentrasi dan kesabaran sehingga bisa menyelesaikan puzzle tersebut.


💌 Melatih Koordinasi Mata dan Tangan Anak


Dengan bermain puzzle, secara otomatis akan meningkatkan koordinasi mata dan tangan. Dengan gambar, bentuk, dan warna yang berbeda maka anak akan menggunakan konsentrasi dan gerakan secara bersamaan.


💌 Problem Solving


Dan bermain puzzle juga akan membantu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Sang anak akan terus berpikir dan berusaha dari berbagai sudut pandang untuk menyelesaikan kepingan-kepingan puzzle tersebut hingga membentuk gambar. Dengan begitu, anak akan merasa memiliki tujuan. Dan akan berusaha mencapai tujuan tersebut untuk kemudian menjadi kebanggaan tersendiri untuknya.





Itulah beberapa manfaat bermain puzzle bagi anak. Semoga bermanfaat yaa.
Ayo Bunda, ajak anak main puzzle! Hmm, ada berapa koleksi puzzle yang dimiliki anak dirumah, dan seberapa sering menemaninya bermain puzzle? Sharing Yuuk :) 

Salam,

Ketika Caesar Adalah Keputusan Yang Mengecewakan

on
Jumat, 19 Januari 2018


Assalamulaikum….
Haii Bunda, saya mau share pengalaman kelahiran anak kedua yang saya jalani melalui operasi Caesar.


Operasi Caesar itu enak ya? Enggak perlu ngejan dan enggak perlu ngerasain gimana sakitnya kontraksi. Tapi jangan tanya gimana rasa sakitnya pasca operasi, benar-benar luar biasaaaa! Belum lagi ditambah omongan ini itu dari para nyinyiers. Kalau disuruh memilih melahirkan dengan cara Normal atau Caesar, semua ibu pasti ingin melahirkan secara normal. Terlebih karena persalinan normal tidak membutuhkan waktu pemulihan yang sangat lama seperti Caesar. Tapi entah itu persalinan Normal atau Caesar, semua adalah ibu hebat yang menginginkan terbaik untuk anaknya. Dan saya sudah merasakan kedua cara tersebut. Normal saat melahirkan anak pertama dan Caesar untuk anak kedua (meskipun Caesar, saya tetap merasakan sakitnya kontraksi selama 12 jam).


Operasi Caesar itu sudah saya rasakan pada tanggal 17 Desember 2017. Sebuah keputusan yang mengecewakan (perasaan) dan menyakitkan (badan) bagi saya yang dari awal ingin melahirkan secara normal. Tapi rasa kecewa itu terobati setelah melihat putri mungil nan cantik ini lahir sehat dan selamat. Iyaa, rasa kecewanya saja yang terobati, sedangkan rasa sakitnya masih utuh di seluruh badan sampai sekarang. Hhaahaha (**ketawa sedih)


*******

Sampai mendekati hari perkiraan lahir, saya masih bisa duduk manis didepan computer tempat bekerja. Karena HPL di tanggal 27 Desember 2017, maka saya memutuskan mulai libur pada tanggal 11 Desember 2017. Kebetulan pada tanggal 14 Desember adalah jadwal kontrol kehamilan saya. Pada saat kontrol, saya menjelaskan kepada dokter kandungan bahwa seperti ada air rembesan yang keluar sedikit demi sedikit. Meskipun saya enggak yakin kalau itu adalah air ketuban, akhirnya dilakukan pemeriksaan dalam, dan ternyata memang sudah ada pembukaan dua. Kemudian saya disarankan untuk menginap di Rumah Sakit malam itu juga. Tetapi saya menolak, karena memang saya tidak merasakan sakit (kontraksi) sama sekali. Pak suami yang dari awal sudah siap siaga pun akhirnya merestui untuk pulang, meskipun kami harus tanda tangan pernyataan dari Rumah Sakit bahwa apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka bukan tanggung jawab mereka (Namanya aja RumKit, pasti begitu).

Di keesokan harinya, tanggal 15 Desember 2017 keadaan saya masih baik-baik saja. Dan akhirnya kontraksi mulai saya rasakan pada keesokan harinya di tanggal 16 Desember jam enam sore. Kemudian saya berangkat ke Rumah Sakit yang jaraknya sangat dekat dengan tempat tinggal, hanya butuh waktu tiga menit dari rumah dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Rumah Sakit, saya langsung berbaring di ruang persalinan. Meskipun sedikit gugup, tetapi saya nyaman karena ditemani oleh orang-orang yang saya sayangi. Pak suami dan anak, serta ibu. Tetapi sayangnya bapak saya tidak ikut, karena baru saja pulang di pagi harinya karena memang sudah sejak tanggal 14 Desember bapak dan ibu datang ke tempat tinggal saya, ada sesuatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama.

Interval kontraksi semakin dekat saya rasakan, dan tentunya semakin sakit pula. Dimulai dari jam enam malam sampai jam dua malam, akhirnya pembukaan  sampai pada ukuran tujuh. Sedangkan dari jam dua malam hingga jam lima subuh, pembukaan tetap pada ukuran tujuh.  Pada saat jam dua malam itulah si Pak Dokter memberikan info bahwa dia akan menunggu sampai jam enam pagi, apabila tidak kunjung lahir pihak Rumah Sakit akan mengambil tindakan (Caesar). Ditambah lagi sejak tengah malam saya sudah diberikan infus karena kondisi saya yang sudah sangat kelelahan. Dalam hati, saya tetap optimis bahwa sebelum jam enam pasti si kecil lahir. Tetapi hingga jam sudah menunjukkan pukul lima Subuh, pembukaan masih sama di ukuran tujuh. Dan para bidan mulai memasang kateter urin dan melakukan suntik tes alergi untuk persiapan menjalani operasi.

Tanggal 17 Desember 2017 tepat pada pukul enam pagi, saya sudah berada di ruang operasi Rumah Sakit Bhayangkara Polda. Tidak bisa dijelaskan perasaan saya saat masuk ke ruangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Hanya pasrah, kondisi sudah sangat lemah. Bahkan saat diberikan suntikan epidural yang kata kebanyakan orang sakitnya luar biasa, saya hanya merasa seperti digigit semut. Selama proses operasi, saya merasa gagal dan kecewa. Saya kecewa pada diri sendiri yang enggak kuat menahan sakitnya kontraksi lebih lama lagi sampai si kecil lahir secara normal. Saya kecewa hanya mampu menahan sakitnya kontraksi selama dua belas jam. Saya kecewa ketika mengingat bahwa pembukaan sudah sampai pada ukuran tujuh, yang artinya kurang sedikit lagi saja saya bisa melahirkan secara normal. Dan yang paling membuat saya kecewa adalah si Pak Dokter yang tidak memberikan dukungan dan tindakan agar saya bisa melahirkan secara normal.

Seandainya saya memilih melahirkan di Bu Bidan, kemungkinan besar saya bisa melahirkan secara normal. Meskipun dengan adanya bantuan induksi, vakum, ataupun episiotomi jika memang diperlukan. Para bidan akan tetap  berusaha agar si bayi bisa keluar dari jalan lahir. Karena semua bidan mendukung persalinan secara normal, kecuali memang ada kondisi tertentu yang mengharuskan Caesar (misal mata minus atau posisi bayi sungsang). Namun, bukan berarti semua dokter kandungan tidak pro dengan proses kelahiran normal lho ya. Ini hanya pengalaman yang saya alami.

Meskipun gagal melahirkan secara normal, setidaknya saya sudah berusaha. Dan saya sangat bahagia melihat putri kecil kami lahir sehat dan selamat dengan berat badan 3,5 kg dan panjang 49 cm.
Bagaimanapun cara persalinan yang dilakukan, tidak ada yang salah. Karena semua ibu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. 
Gimana bunda, apakah ada yang punya pengalaman sama seperti saya? Yuk saling sharing.

 


Salam,

Custom Post Signature